Belum Titik
Kesaksian semesta terhadap Tuhan sungguh memberatkan hati. Tidak akan pernah bisa mengelak setiap kesaksiannya. Tidak ada satupun Manusia yang mampu mengelaknya.
Langit yang menjadi saksi dimanakah jiwa ini melangkah. Tanah pun juga menjadi saksi kemanakah langkah kaki ini akan berjalan. Hati mulai mengelabui dengan indahnya. Pikiran tersibukan dengan harapan. Ketika perjalanan mulai lelah, semuanya akan terasa hambar.
Cukup Allah tempat bergantungku dan Rosulallah sebagai panutanku.
Ketika kita bisa memilih untuk tegar, mengapa kita memilih untuk sedih. Ketika kita bisa bertawakal, mengapa kita gelisah. Ketika air sungai dengan sabarnya dapat menemukan muara lautan, mengapa kita tidak yakin dengan adanya kebahagiaan.
Komentar
Posting Komentar