Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Awutan

Berhenti menuntut secara berlebihan.  Tidak menuntut dan berharap lebih.  Semuanya sudah baik apa adanya. Ikhlas menerima. Cintai dan sayangi. " Terkadang yang sulit bukanlah ikhlas melepaskannya, akan tetapi kelapangan dada untuk memulai semuanya kembli". (Adjie Santosoputra) Kerelaan hati, ridho terhadap segala keputusannya. Pilihan tidak harus sempurna. Takut terkadang datang dengan tiba-tiba, kita hanya perlu sadar. Ketakutan Itu hanya ilusi. Kita hanya perlu damai dengan diri kita sendiri. Kita cukup hadir di masa kini, iya hari ini. Masa lalu tidak perlu dibesar-besarkan. 

Aku

Begitulah kira-kira Siapa aku Sehingga aku  Kamu tau aku Salah menebakkah aku Ya itulah aku Ceroboh sekali aku Bodohlah aku Bisa apa aku Sebenarnya aku  Tapi aku  Maafkan aku Semenyebalkan itukah aku Mengapa mesti aku Mungkin aku Iya aku Pasti aku Tak mengapa jika aku Namun aku Tentu saja aku Ah aku Entahlah aku Semoga aku Lebih baiklah aku Waraslah aku Pulihlah aku Hanya aku Iya aku Bisalah aku Terimalah aku Jika itu aku Maka aku Tinggalkan aku Mohonkan aku Aku aku aku

Belum Titik

Kesaksian semesta terhadap Tuhan sungguh memberatkan hati. Tidak akan pernah bisa mengelak setiap kesaksiannya. Tidak ada satupun Manusia yang mampu mengelaknya.  Langit yang menjadi saksi dimanakah jiwa ini melangkah. Tanah pun juga menjadi saksi kemanakah langkah kaki ini akan berjalan. Hati mulai mengelabui dengan indahnya. Pikiran tersibukan dengan harapan. Ketika perjalanan mulai lelah, semuanya akan terasa hambar.  Cukup Allah tempat bergantungku dan Rosulallah sebagai panutanku. Ketika kita bisa memilih untuk tegar, mengapa kita memilih untuk sedih. Ketika kita bisa bertawakal, mengapa kita gelisah. Ketika air sungai dengan sabarnya dapat menemukan muara lautan, mengapa kita tidak yakin dengan adanya kebahagiaan.